Oleh : Zainuddin
Mahasiswa
Manajemen Pendidikan Islam UIN SGD Bandung
Menjelang pesta demokrasi Indonesia
pada april 2014 mendatang, semakin banyak warna-warni yang seakan-akan menjadi
bumbu pesta demokrasi tersebut. Dikalangan masyarakat Indonesia, Ada kelompok
secular yang berjuang untuk menduduki kursi parlemen, kalangan islamis juga ada
yang memperjuangkan demikian, namun ada juga dari kalangan islamis yang menolak
parlemen, menolak keikutsertaan umat islam dalam demokrasi.
parlemen atau lembaga legislative
adalah salah satu unsure terpenting dalam demokrasi, lembaga ini berdampingan
sejajar dengan lembaga eksekutif dan yudikatif dalam lingkaran trias politica.
Apa peran parlemen sehingga politikus saat ini berjuang mati-matian agar dapat
duduk di kursi parlemen? Badan legislative merupakan lembaga yang
berwenang sebagai pembuat undang-undang.
Tidak sebatas disitu, berbagai kebijakan pemerintah pun banyak yang harus
berdasarkan keputusan Badang Legislatif. Dari fungsi nya tersebut, apa dampak
dan pengaruhnya terhadap islam? Apakah tidak berpengaruh, sedikit berpengaruh,
berpengaruh atau bahkan sangat berpengaruh?
Perlemen sangat berpengaruh bagi
islam. Mengapa? Karena Indonesia merupakan Negara yang mayoritas masyarakatnya
beragama islam. Ketika umat islam tidak ikut berpartisipasi dan ikut serta
dalam demokrasi, bagaimana nasib umat islam kedepannya? Bagaimana jika
seandainya yang menjadi anggota dewan yang merupakan pembuat undang-undang adalah
orang-orang non-muslim, liberal, atau sekular? Apakah orang-orang atau kelompok
yang menyuarakan anti demokrasi tersebut sudah memikirkan dampaknya 5 tahun
kedepan?
Ketika yang menjadi pembuat
undang-undang di negri ini berasal dari kalangan non-muslim, secular atau
liberal bisa saja mereka membuat undang-undang tersebut sesuka hati mereka.
Bukan hal yang tidak mungkin jika tidak ada orang-orang islam yang
memperjuangkan undang-undang yang berpihak kepada islam nantinya islam akan di
intimidasi di negri yang mayoritas muslim. Bukan hal yang mustahil Indonesia
mengalami apa yang dialami Bangladesh. Itulah sebabnya, mulai saat ini kita
harus mengubah kembali main set kita bahwa masa depan Indonesia berada ditangan
kita, masa depan islam juga berada ditangan kita.